Latest Updates
Tampilkan postingan dengan label Penulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penulis. Tampilkan semua postingan

Pelindung YPK SMA RK B.Timur

Pelindung YPK SMA RK B.Timur



Sekolah SMA RK Bintang Timur yang adalah salah satu Yayasan Perguruan Katolik (YPK). Yayasan ini bersekeretariat di Pematang Siantar dan Struktur Yayasan ini dikelolah oleh Kesusteran KYM. Sejauh ini untuk Sekolah SMA RK Bintang Timur  yang berada di Rantauprapat dipimpin Oleh Suster IRENE Parhusip ,Kym. Setiap yayasan sekolah katolik baik Rumah Sakit ,Universitas dan bentuk badan lainnya memiliki seorang Pelindung yang dianggap sebagai Santo atau Santa pada umunya. Mereka ini dianggap kudus oleh gereja katolik dan memiliki tugas kekudusan disepanjang hidup mereka. Berikut adalah kisah Santo Laurensius Sebagai Pelindung SMA kita.


Santo-Santa
10 Agustus
Santo Laurensius, Martir

Laurensius termasuk salah satu dari ketujuh diakon agung yang bekerja membantu Sri Paus di Roma. Oleh Paus Sixtus II (257-258), Laurensius ditugaskan mengurus harta kekayaan Gereja dan membagi-bagikan derma kepada para fakir miskin di seluruh kota Roma. Ia juga melayani Sri Paus dalam setiap upacara keagamaan. Ketika Sri Paus Sixtus II ditangkap oleh serdadu-serdadu Romawi, Laurensius bertekad menemani dia sampai kematiannya. Kepada Paus, ia berkata: "Aku akan menyertaimu kemana saja engkau pergi. Tidaklah pantas seorang imam agung Kristus pergi tanpa didampingi diakonnya." Sixtus terharu mendengar kata-kata Laurensius itu. Lalu ia berkata: "Janganlah sedih dan menangis, anakku! Aku tidak sendirian. Kristus menyertai aku. Dan engkau, tiga hari lagi, engkau akan mengikuti aku ke dalam kemuliaan surgawi".
Ramalan Sixtus itu ternyata benar-benar terjadi. Prefek kota Roma, yang tahu bahwa Gereja mempunyai sejumlah besar kekayaan, mendapat laporan bahwa Laurensius-lah yang mengurus semua kekayaan itu. Karena itu, Laurensius dihadapkan kepada penguasa Roma itu. Laurensius dibujuk agar secepatnya menyerahkan semua kekayaan Gereja itu kepada penguasa Roma. Dengan tenang Laurensius menjawab: "Baiklah, tuan! Dalam waktu tiga hari akan kuserahkan semua kekayaan ini kepadamu". Laurensius dibiarkan kembali ke kediamannya.
Ia segera mengumpulkan orang-orang miskin dan membagi-bagikan kekayaan Gereja kepada mereka. Di bawah pimpinannya, orang-orang miskin itu berarak menuju kediaman Prefek Roma. Kepada penguasa Roma itu, Laurensius berkata: "Tuanku, inilah harta kekayaan Gereja yang saya jaga. Terimalah dan periharalah mereka dengan sebaik-baiknya."
Tindakan dan kata-kata Laurensius ini dianggap sebagai suatu olokan dan penghinaan terhadap penguasa Roma. Karena itu, ia ditangkap dan dipanggang hidup-hidup di atas terali besi yang panas membara. Laurensius tidak gentar sedikitpun menghadapi hukuman ini. Setelah separuh badannya bagian bawah hangus terbakar, ia meminta supaya badannya dibalik sehingga seluruhnya bisa hangus terbakar. "Sebelah bawah sudah hangus, baliklah badanku agar seluruhnya hangus!" katanya dengan sinis kepada para algojo yang menyiksanya. Laurensius akhirnya menghembuskan nafasnya di atas pemanggangan itu sebagai sekorang ksatria Kristus.
Kisah kemartirannya kita ketahui dari tulisan-tulisan Santo Agustinus. Di sana dikatakan bahwa orang-orang yang berdoa dengan perantaraan Laurensius terkabul doanya. "Karunia-karunia kecil diberikan kepada orang-orang yang berdoa dengan perantaraan Laurensius supaya mereka terdorong untuk memohon karunia yang lebih besar, yaitu cinta kasih kepada sesama dan kesetiaan kepada Kristus" demikian kata Santo Agustinus dalam salah satu tulisannya.

Sumber cerita ini dikutip dari http://www.imankatolik.or.id , jika anda berminat ingin tahu info orang kudus lainnya silakan kunjungi alamat situs diatas.

Ketentuan Jadi Penulis


Hai, Para rekan alumni sekalian. Bagi para rekan sekalian yang ingin menuagkan inspirasi, informasi, karya ilmiah dan lain-lain di Blog alumni ini caranya sangat mudah. Selain para rekan menyampaikan melalui email alumni, para rekan juga bisa langsung menjadi penulis di Blog alumni kita ini.
Syarat dan ketentuan menjadi penulis di Blog ini:
  • Merupakan Alumni SMA R.K Rantauprapat
  • Sudah melakukan registrasi alumni
  • Menggunakan bahasa yang baik
  • Bersikap Profesional
  • Memiliki akun G.Mail (nama pengguna harus menggunakan nama sebenarnya)


Cara menjadi Penulis diBlog alumni:
  1. Mengirim email/ pesan ke FB Alumni dengan format

    Nb: harus menggunakan email G.mail(akun google)
  2. Setelah rekan melakukan hal diatas, admin Blog dan Admin FB alumni akan melakukan verifikasi.
  3. Setelah selesai verifikasi, admin alumni akan mengirim  pemberitahuhan yang berisi bahwa anda dijadikan penulis di Blog alumni.
  4. Buka email G.Mail rekan sekalian lalu terima pemberitahuan dari email alumni yang berisi bahwa anda resmi jadi penulis diBlog alumni itu.
  5. Sekian rekan sudah resmi menjadi penulis diBlog alumni
  6. Ingin membuat postingan diBlog alumni silakan masuk ke akun Blogger lalu gunakan emai G.Mail rekan.

Daftar Para Penulis

 Nama : Gindo Dabungke
 Angkatan : 2012
 Jenis Kelamin: Laki-laki
 TTL : Rantauprapat, 5 Maret 1994
 Jurusan SMA : IPA
 No. Hp : 082275146997
 Email : fillagindo@gmail.com
 Facebook : Gindo F Dabungke
 Twitter  : @FGindo
 PIN BB  : -
 Status : Belum menikah
 Aktivitas : Kuliah di STAN





Nama : Arido Junior F.S
Angkatan : 2012
Jenis Kelamin: Laki-laki
TTL : Rantauprapat, 1 Juni 1994
 Jurusan SMA : IPA
 No. Hp : 082364441203
 Email : juniorarido@ymail.com
 Facebook : Arido Fatulesi Simorangkir
 Twitter  : @Arido_J_F_S
 PIN BB  : -
 Status : Belum menikah
 Aktivitas : Kuliah di Kehutanan USU




Nama : Junita Esterina Parhusip
Angkatan : 2012
Jenis Kelamin: Perempuan
TTL : (Berastagi, 21 Juni 1995)
 Jurusan SMA : IPA
 No. Hp : 085362765136 / 087892036346
 Email : junexmokpo6@gmail.com
 Facebook : Junita Esterina
 Twitter  : @siiJUNEX
 PIN BB  : 7542b155
 Status : Belum menikah
 Aktivitas : Kuliah Bahasa di Universitas HKBP Nomensen
Apibila ada kesalahan pada postingan.
Silakan berikan kritik dan Saran rekan sekalian.
Melalui komentar/ Email alumni

Pengikut